Selamat Datang di Personal Weblog anjas-bee dan Terima Kasih Atas Kunjungannya

Senin, 02 Mei 2011

Kelayakan diri untuk dicintai

Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain. Karena takdir itulah setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya. Dalam pandangan orang-orang bijak, langit adalah laki-laki, dan bumi adalah perempuan. Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit. Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya. Jika buni kehilangan kesegaran dan kelembaban maka langit segera memulihkannya dalam bahasa hujan.

Semua berlaku timbal balik.

Laki-laki dan perempuan saling bersanding, bersisian untuk saling mengisi. Tinggal bagaimana kita mengambil peran yang sesuai agar kita layak untuk dicintai.

Kelayakan seseorang untuk dicintai adalah definisi dari sebuah kapasitas diri. kapasitas yang diukur dari sejauh mana kita memiliki harga. Dalam wujud amal-amal nyata dan peran-peran yang berbukti. Bukan status, apalagi sekedar hiasan, performa dan gincu-gincu kepalsuan.

Nilai umum dari orang yang layak untuk dicintai adalah kemanfaatan dirinya bagi kehidupan, bagi sesama dan bagi keberlangsungan diri dan orang lain.

Dan hal yang terpenting adalah kita wajib melayakkan diri untuk dicintai oleh Allah SWT.

Semoga bermanfaat.


Diambil dari Tarbawi tahun 2009 dengan pengubahan seperlunya

2 komentar:

Webagus Id mengatakan...

Betul, perlu studi kelayakan dulu.....

Hari Aspriyono mengatakan...

Asli......, mantep.... banyak manfaatnya tuh...

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Grocery Coupons