Selamat Datang di Personal Weblog anjas-bee dan Terima Kasih Atas Kunjungannya

Jumat, 03 Februari 2023

3.1.a.4.1. Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi Modul 3.1

 Anjasmoro

CGP Angkatan 6 Kabupaten Bengkulu Tengah


Fasilitator : Hj. Ucu Julaeha, M.Pd.

Pengajar Praktik : Mulia Triska Putri, M.Pd.


Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP mampu menganalisis pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, serta 9 langkah pengambilan dan  pengujian keputusan dalam studi kasus yang mereka dapatkan dan memberi tanggapan pada studi kasus CGP lainnya dan bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut.


Studi Kasus yang saya pilih adalah Kasus 1

Pak Frans merupakan guru matematika di SMP Karunia. Pak Frans dikenal sebagai guru yang rajin, ramah, penyabar, dan disukai murid-muridnya. Suatu hari ia sedang mengajar di kelas 8A, guru piket tergopoh-gopoh tiba di depan kelasnya dan mengatakan ada ayahnya Andreas, salah satu murid di kelas 8A di ruang tamu sekolah. Guru piket mengatakan pada pak Frans bahwa ayahnya Andreas ingin menjemput Andreas dan memintanya untuk membantunya bekerja di ladang. Ia juga mengatakan bahwa ayah Andreas datang sambil marah-marah bahkan mengacung-acungkan parang.  Pak Frans pun memanggil Andreas dan mengatakan bahwa ia dijemput ayahnya pulang. Andreas langsung memohon sambil menangis agar Pak Frans tidak mengizinkan ia pulang bersama ayahnya. Andreas berkata ia ingin belajar di sekolah dan ia takut dimarah-marahi oleh ayahnya bila membantu ayahnya di ladang, bila melakukan kesalahan sedikit saja.  Pak Frans bimbang, antara memenuhi permintaan Andreas atau tidak.  Dalam situasi dan kondisi seperti itu, akhirnya Pak Frans memutuskan untuk membawa Andreas ke ruang kepala sekolah, dan meminta saran dari kepala sekolah.  Bila Anda adalah kepala sekolahnya, saran apa yang akan anda berikan pada Pak Frans, dan apa alasannya?


Berikut ini panduan untuk melakukan analisis studi kasus:

  1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
  2. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal).
  3. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi).
  4. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi).
  5. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman?
  6. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
  7. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
  8. Apa keputusan yang Anda ambil?
  9. Prinsip mana yang  Anda gunakan, dan mengapa?
Hasil Analisis Studi Kasus 
  1. Paradigma yang terjadi pada Kasus 1 adalah kategori individu (Andreas) lawan Kelompok (murid di kelas yang ingin belajar) dengan nilai yang bertntangan adalah tanggung jawab mengajar dan kasih sayang (rasa sayang kepada Andreas).
  2. Pada Kasus 1, ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi (Uji Legal) yaitu adanya pelanggaran terkait senjata tajam berupa parang yang dibawa ke sekolah sambil marah-marah.
  3. Pada Kasus 1, ada pelanggaran peraturan/kode etik dalam kasus (Uji Regulasi) terkait dengan Pak Frans meninggalkan kelas yang diajarnya.
  4. Pada Kasus 1 ini, ada hal yang salah berdasarkan perasaan dan intuisi (uji Intuisi) yang saya lakukan, yaitu ketika Pak Andreas mengajak Andreas pulang dengan marah-marah dan membawa senjata tajam ke sekolah.
  5. Yang saya rasakan apabila keputusan saya dipublikasikan di media cetak/elektrorik atau menjadi viral di media sosial tentu akan menjadi tidak nyaman.Publikasi ini juga dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi sekolah bhkan bisa jadi rekan guru yang lain.
  6. Saya mengidolakan Bapak saya, menurut saya Bapak akan tetap mempertahankan Andreas untuk bersekolah.
  7. Pada Kasus 1 ini, sangat mungkin untuk dilakukan restitusi terhadap orang tua Andreas, dengan maksud dan tujuan memperoleh solusi terbaik yang bisa dipilih uuntuk Andreas. Dengan harapan Andreas tetap dapat bersekolah dan juga membantu orang tua. Hal ini mungkin dapat dilakukan setelah pulang sekolah Andreas dapat dengan segera membantu orang tua bekerja dengan pertimbangan pemilihan beban pekerjaan juga harus dipikirkan agar tidak mengganggu sekolah esok hari.
  8. Sebagai kepala sekolah saya akan meminta Pak Frans untu kembali mengajar di kelas dan meminta berbicara dengan orang tua Andreas di ruang kepala Sekolah.
  9. Prinsip yang saya gunakan adalah prinsip berpikir berbasis peraturan. Kita harus melihat hak anak untuk mendapatkan pendidikan, dan ini menjadi kewajiban serta tanggug jawab orang tua. Sekolah dan orang tua harus saling bersinergi untuk membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat memperoleh kebahagiaan dan pendidikan yang layak.

Sampai Jumpa

 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Grocery Coupons